"Daftar Blog Saya"
Jumat, 02 Desember 2011
Sabtu, 08 Oktober 2011
Penyebab dan Gejala Katarak
Penyebab dan Gejala Katarak
Katarak adalah keruh atau berkabutnya lensa mata yang biasanya jernih. Bila katarak, jalannya sinar akan terhambat dan lensa tidak dapat difokuskan.Penyebab• Usia lanjut.
• Cedera pada lensa mata.
• Diabetes.
• Penyakit mata.
• Katarak kongenital.
• Pemaparan berlebihan dengan sinar ultraviolet.
Gejala• Pandangan kabur.
• Penglihatan dekat.
• Perubahan dalam persepsi warna.
• Daya penglihatan berkurang sampai kebutaan.
Komplikasi• Menghambat penglihatan normal, bila katarak berkembang penuh pada waktu lahir.
Yang dapat dilakukan
• Berobat ke dokter bila mengalami salah satu gejala di atas.
• Mula-mula, dapat ditolong dengan kacamata.
• Akhirnya, karena sudah mengeras hanya dapat ditolong dengan cara operasi.
Pencegahan
• Jika penderita diabetes, jaga agar kadar gula darah selalu normal.
• Makan makanan yang dapat melindungi kelainan diegeneratif pada mata dan anti-oksidan seperti: vitamin C, zink dan selenium.
Jumat, 07 Oktober 2011
Kelainan Mata Pada Anak
Ciri-Ciri Berbagai Kelainan Mata Pada Anak
Menurut dr Florence Meilani Manurung, SpM, setiap orangtua mengetahui kesehatan matanya lebih dulu. Jika orangtua memiliki riwayat kelainan mata, misalnya, mata minus, plus, silinder, tumor mata, glaukoma, pertumbuhan iris tidak sempurna, dan lainnya, ada kemungkinan diturunkan secara genetis. Anak-anak jarang mengeluhkan kondisi penglihatannya. Karena itu, orangtua harus mewaspadai beberapa hal yang biasanya mengarah kepada masalah mata pada anak. Di antaranya sebagai berikut:1. Bayi terlahir prematur atau berat badan lahir rendah. Bayi-bayi ini biasanya terpapar oksigen tinggi sehingga mengalami problem retina. Mintalah dokter mata untuk melakukan pemeriksaan dengan RetCam.
2. Terlihat seperti mata kucing, terutama ketika kena cahaya terang atau saat difoto. Ini salah satu gejala tumor, jangan tunda ke dokter mata karena menyangkut keselamatan anak.
3. Bola mata tidak normal sejak lahir (dari segi bentuk, ukuran, dan gangguan gerakan).
4. Setelah usia 4 bulan, bayi masih juling atau tidak ada kontak mata saat bertatapan meskipun pada jarak dekat.
5. Ada kelainan di sekitar kelopak mata, misalnya bulu mata mengarah ke dalam (epiblefaron), kelopak mata tidak terbentuk (koloboma), kelopak turun (ptosis).
6. Memiringkan kepala, memicingkan mata, mendekati obyek bila melihat sesuatu.
Orang tua selalu bilang makan wortel supaya mata sehat, ada juga yang bilang makan banyak wortel setiap hari supaya terhindar dari minus. Beberapa beranggapan bahwa makan atau minum jus wortel dapat menormalkan mata yang minus. Benarkah semua anggapan itu? Lalu bagaimanakah menjaga kesehatan mata kita? Berikut tips sederhananya.
Secara umum fungsi mata adalah sebagai indera
penglihatan yang menerima rangsangan cahaya pada retina dengan
perantaraan serabut-serabut Nervus Optikus, menghantarkan rangsangan ini
ke pusat penglihatan pada otak untuk ditafsirkan.
Bukan rahasia lagi memang vitamin A merupakan faktor
penting bagi keadaan mata kita. Seperti yang selalu dianjurkan orang tua
kita untuk banyak mengkonsumsi wortel yang terkenal dengan kandungan
vitamin A-nya. Karena kekurangan vitamin A dapat menimbulkan beragam
gangguan mata, salah satunya rabun senja. “Vitamin A memberikan energi
dan menjamin regenerasi sel lebih baik,” terang dr. Ria Sylvia Sp.M,
dokter spesialis mata dari RS Mata Undaan di sela-sela kesibukannya.
Namun, dr. Ria - sapaan akrab dr. Ria Sylivia -
menjelaskan bahwa vitamin A bukanlah jawaban bagi penderita rabun jauh
(minus) atau rabun dekat (plus) untuk dapat sembuh, seperti mitos yang
banyak tersebar di masyarakat. Kekurangan Vitamin A juga bukan penyebab
timbulnya kelainan kemampuan melihat tersebut, yakni rabun jauh dan
rabun dekat. “Dulu pernah ada kejadian besar bahwa banyak orang
mengalami rabun jauh karena kurang konsumsi vitamin A, lalu setelah
mereka mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A mata mereka
berangsur-angsur sembuh,” tutur dokter lulusan Universitas Airlangga
ini. “Maka dari itu stigmanya, kalau penglihatan mulai tidak jelas, maka
orang langsung identik pada wortel,” lanjutnya dengan senyum.
Untuk kelainan rabun dekat atau pun jauh, diakibatkan
karena kelainan anatomi mata, atau pada genetik. Ia kemudian
menjelaskan bahwa saat ini permainan untuk anak-anak yang beredar adalah
permainan yang banyak memiliki detail kecil-kecil yang menuntut
akomodasi mata lebih, seperti contohnya komputer yang memiliki banyak
detail tulisan, papan tulis putih yang terkadang memiliki tulisan spidol
terlalu tipis.
Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini
melanjutkan bahwa jika dibedakan dengan permainan anak-anak zaman
dahulu yang mayoritas outdoor dan terbuat dari kayu yang memiliki ukuran
besar maka tidak terlalu membutuhkan akomodasi mata yang berlebihan.
Karena jika akomodasi mata berlebih, otot cepat capek dan akhirnya
mengeluh pusing.
Ia menghimbau, terutama bagi para orang tua yang
memiliki anak masih umur anak sekolah, untuk lebih sadar dan waspada
dengan kebiasaan anak yang tidak biasa. Seperti contohnya:
- Nonton televisi terlalu dekat
- Posisi anak saat melihat, pertama-tama melihat tegak kemudian memiringkan kepala terlalu ke kiri atau ke kanan, atau terlalu menunduk dan juga menengadah
- Prestasi menurun
Bisa jadi beberapa ciri tersebut merupakan ciri-ciri
mata anak Anda tidak normal, maka dokter ini menghimbau kepada para
orang tua untuk memeriksakan kondisi mata anak kepada dokter mata.
“Kalau anak-anak kan tidak terlalu dapat mengeluhkan keadaannya
dibandingkan orang dewasa, maka orang tua harus lebih aware,” tutur dr.
Ria.
Sedangkan fungsi mata sendiri menurun dengan
sendirinya di umur 40 tahun ke atas dikarenakan proses degenerasi. “Jadi
sebenarnya ya gunakan kacamata saja jika memang kegiatannya menuntut
kita untuk melihat detail, kacamata itu kebutuhan, disesuaikan saja
dengan keadaan,” jelas ibu tiga orang anak ini. Ia mencontohkan bahwa
lanjut usia pun umumnya saat ini melahap koran setiap pagi dan menuntut
akomodasi mata lebih sehingga memerlukan bantuan kacamata untuk melihat
lebih jelas.
Ketika ditanya bagaimana cara untuk menjaga kesehatan
mata, ia kemudian menjelaskan bahwa mata yang sehat secara fisik belum
tentu sehat secara fungsi. “Orang minus itu kan matanya secara fisik
baik-baik saja, tetapi fungsinya yang kurang,” jelasnya. Sehingga jika
untuk menjaga mata sehat secara fisik maka:
- Jaga kebersihan mata, seperti contohnya membersihkan kotoran mata yang kerap timbul di pagi hari. Kotoran mata ini merupakan air mata yang mengering.
- Bagi Anda yang menggunakan contact lens, jaga kebersihannya untuk menghindari iritasi
- Hindari trauma pada mata, seperti contohnya hindari tempat yang terlalu berdebu atau gunakan pelindung mata jika pergi ke tempat yang berdebu.
- Jaga nutrisi atau asupan makanan sehingga dapat menjamin regenerasi sel dengan baik.
- Jangan lupa untuk melakukan screening secara rutin, untuk anak-anak selama 6 bulan sekali, sedangkan untuk usia senja minimal memeriksakan keadaan mata 1 tahun-2 tahun sekali.
Hidup tentu saja semakin sempurna jika anak-anak yang dilahirkan juga memiliki kesempurnaan, baik fisik atau mental. Namun, ternyata saat memasuki usia tiga dan empat tahun, anak belum bisa menyebutkan warna yang diperlihatkan padanya bisa jadi pertanda buruk. Karena umumnya pada usia tersebut, anak normal akan mampu menyebutkan lima hingga sepuluh warna yang ditunjukkan dan mampu menghafalkannya. Jika anak Anda tidak bisa membedakan warna terhadap objek yang dilihat, maka perlu diwaspadai. Bisa jadi, anak mengalami kesulitan mengenal warna atau disebut pula dengan buta warna.
Pada umumnya, saat anak berusia tiga dan empat tahun, kemampuan mengenali warna secara verbal semakin meningkat. Jika anak berusia empat tahun masih mengalami kesulitan mengenali beberapa warna tertentu atau secara konsisten menggunakan warna yang salah, misalnya menyebut crayon hijau dengan cokelat, maka kemungkinan anak mengalami buta warna.
Menurut dr Wardiman SpM dari RS Mitra Keluarga Jakarta, buta warna adalah ketidakmampuan melihat warna-warna tertentu. Sementara, penglihatan normal memiliki tiga subsistem, yaitu pembeda terang-gelap, kuning-biru, serta merah-hijau. Buta warna terjadi karena kekurangan pada satu atau dua sistem tersebut.
Selain itu, buta warna juga diakibatkan karena adanya kerusakan atau kelainan pada sel kerucut yang terdapat pada retina sentral. Penyebab lain karena retina mata memiliki sel-sel berbentuk batang. Sel-sel kerucut sendiri terdiri dari tiga macam, yakni sel kerucut untuk warna merah, warna biru, dan warna hijau. Jika salah satu terganggu, maka proses membedakan warna akan ikut terganggu.
Buta warna, menurut Wardiman, dapat bersifat kongenital (diturunkan) dan buta warna acquired (yang didapat). Namun, sebagian besar terjadi secara kongenital. Buta warna kongenital paling banyak terjadi karena kelainan gen yang terangkai dengan kromosom X. Itulah yang kemudian membuat buta warna banyak diderita kaum pria dibandingkan wanita.
Adapun untuk jenis, buta warna dibedakan berdasarkan tipe kerucut yang dimiliki dichromat (buta warna sebagian) memiliki 2 dari 3 kerucut warna, manochromat (buta warna total) hanya memiliki 1 kerucut warna. Gangguan pada sel-sel kerucut tersebut bisa terjadi sebagian, bisa juga keseluruhan. Pada kasus dichromat yang umum terjadi, buta warna merah-hijau dengan sistem biru-kuning dan terang-gelap masih berfungsi.
"Ada juga kasus buta warna kuning-biru, yang hanya bisa membedakan warna merah- hijau. Namun, jika sel-sel kerucut sama sekali tidak berfungsi, maka penderita buta warna benar-benar tidak tahu warna-warna yang dilihatnya. Penderita manochromat hanya bisa melihat hitam, putih, dan abu-abu," sebutnya.
Pakar kesehatan anak (pediatrik) dari Alfred I duPont Hospital for Children Wilmington, Delaware-AS, Neil Izenberg MD dan Steven Downsend MD, mengatakan orang dikatakan memiliki gejala buta warna bila dia tidak bisa melihat gambar atau angka yang dibuat dari titik-titik berwarna.
Para dokter mata biasa menguji mereka yang diduga buta warna dengan menunjukkan sebuah gambar yang terbuat dari sekumpulan titiktitik berwarna. "Untuk beberapa orang yang punya indikasi buta warna, warna-warna merah, oranye, kuning dan hijau dianggap sebagai warna yang sama," sebut Izenberg. (fn/km/sh/ok) www.suaramedia.com
Ablasio Retina
| Ablasio Retina |
DEFINISI
Ablasio Retina adalah terpisahnya/terlepasnya retina dari jaringan penyokong di bawahnya.
Jaringan saraf yang membentuk bagian peka cahaya pada retina membentuk suatu selaput tipis yang melekat erat pada jaringan penyokong di bawahnya. Jika kedua lapisan tersebut terpisah, maka retina tidak dapat berfungsi dan jika tidak kembali disatukan bisa terjadi kerusakan permanen. Ablasio bisa bermula di suatu daerah yang kecil, tetapi jika tidak diobati, seluruh retina bisa terlepas. Pada salah satu bentuk ablasio, retina betul-betul mengalami robekan. Bentuk ablasio ini biasanya terjadi pada penderita miopia atau penderita yang telah menjalani operasi katark atau penderita cedera mata. Pada ablasio lainnya, retina tidak robek tetapi terpisah dari jaringan di bawahnya. Pemisahan ini terjadi jika gerakan cairan di dalam bola mata menarik retina atau jika cairan yang terkumpul diantara retina dan jaringan di bawahnya mendorong retina. |
| PENYEBAB Retina merupakan selaput transparan di bagian belakang mata yang mengolah bayangan yang difokuskan di retina oleh kornea dan lensa. Ablasio retina seringkali dihubungkan dengan adanya robekan atau lubang pada retina, sehingga cairan di dalam mata merembes melalui robekan atau lubang tersebut dan menyebabkan terlepasnya retina dari jaringan di bawahnya. Hal tersebut bisa terjadi akibat: tetapi ablasio retina sering kali terjadi secara spontan. Pada bayi prematur, ablasio retina bisa terjadi akibat retinopati akibat prematuritas. Selama proses terlepasnya retina, perdarahan dari pembuluh darah retina yang kecil bisa menyebabkan kekeruhan pada bagian dalam mata yang dalam keadaan normal terisi oleh humor vitreus. Jika terjadi pelepasan makula, akan terjadi gangguan penglihatan pusat lapang pandang. Faktor resiko terjadinya ablasio retina adalah: - Rabun dekat - Riwayat keluarga dengan ablasio retina - Diabetes yang tidak terkontrol - Trauma. |
GEJALA
Ablasio retina tidak menimbulkan nyeri, tetapi bisa menyebabkan gambaran bentuk-bentuk ireguler yang melayang-layang atau kilatan cahaya, serta menyebabkan penglihatan menjadi kabur.
Hilangnya fungsi penglihatan awalnya hanya terjadi pada salah satu bagian dari lapang pandang, tetapi kemudian menyebar sejalan dengan perkembangan ablasio. Jika makula terlepas, akan segera terjadi gangguan penglihatan dan penglihatan menjadi kabur. |
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui keutuhan retina: |
PENGOBATAN
Pembedahan
laser bisa digunakan untuk menutup lubang atau robekan pada retina yang
biasanya ditemukan sebelum terjadinya ablasio.
Dengan kriopeksi (pemberian dingin dengan jarum es) akan terbentuk jaringan parut yang melekatkan retina pada jaringan di bawahnya. Teknik ini digunakan bersamaan dengan penyuntikan gelembung udara dan kepala dipertahankan pada posisi tertentu untuk mencegah penimbunan kembali cairan di belakang retina. Penempelan kembali retina melalui pembedahan terdiri dari pembuatan lekukan pada sklera (bagian putih mata) untuk mengurangi tekanan pada retina sehingga retina kembali menempel. |
PENCEGAHAN
Gunakan kaca mata pelindung untuk mencegah terjadinya trauma pada mata.
Penderita diabetes sebaiknya mengontrol kadar gula darahnya secara seksama. Jika anda memiliki resiko menderita ablasio retina, periksakan mata minimal setahun sekali. |
Langganan:
Postingan (Atom)

